Tak semua yang aku rasa itu dapat kau rasa. Tak semua yang aku alami dapat kau alami. Tak semua yang aku lakukan dapat kau mengerti. Aku tak ingin mengikatmu terlalu jauh. Begitu pula aku juga tak mau kau ikat terlalu jauh. Setiap manusia punya kehidupan yang berbeda-beda, setiap manusia punya pribadi sendiri dan setiap manusia punya hak untuk menginspirasikan apa yang mereka bisa. Kebebasanlah yang dapat mewujudkan semua itu. Bebas bukan berarti lepas, bebas bukan berarti tak mau tau apa yang mereka lakukan tapi kebebasan disini adalah saling mengerti, saling mengisi, dan saling menyayangi. Aku tak mau melihatmu menjadi orang yang berjalan tanpa arah, aku tak mau melihatmu menangis dikemudian hari karena hal-hal konyol yang kau lakukan sekarang. Akupun juga tak mau melihatmu seperti bunglon. Tapi aku ingin melihatmu sukses, tersenyum dikemudian hari dan dapat membalas kasih sayang sang ayah dan bunda.

Aku tak menuntutmu untuk bisa, tapi aku menuntutmu untuk mampu berfikir totalitas dan rasional. Exspress your self, jangan mau kalah dengan orang-orang disekitarmu. Jadikan orang-orang yang lebih pintar darimu sebagai lawan sekaligus sebagai cermin untuk melangkah kedepan. Pintar bukan berarti orang-orang yang mendapat nilai 100. Tapi prang yang pinter adalah orang yang mau berusaha dan orang-orang yang tanggap terhadap hal-hal yang dihadapinya.

Ingatlah dikala  kecil Sang bunda menimang kita, mereka memberikan motifasi untuk kita. Dimata bunda hanya ingin melihat buah hatinya sukses kelak, ingin mendampingi kita ketika kita memekai baju toga. Ingin mengantar kita menuju dewasa. Sungguh mulia hati sang bunda yang memberi tanpa harap. Apa yang bisa kita berikan untuk mereka? Orang yang sekuat apapun pasti akan tersentuh apabila melihat sang bunda sakit. Tunjukkan bahwa kita bisa, tunjukkan bahwa kita mampu, dan tunjukkan bahwa kita akan menjadi orang-orang sukses kelak. Bukan menjadi orang-orang yang hanya menengadahkan tangan meminta belas kasihan orang lain.

By: Hari P

Advertisements